Pede aja

Seperti biasanya sambil menyusui Aisyah, saya akan bersenandung kecil..

“Mas, suaraku bagus ga sih sebenarnya?” Pertanyaan yang saya ajukan kepada suami. Kenapa? Karena merasa suara saya menjadi polusi. :D

“Yaaa bagus.. Tapi untuk kelas kamar mandi..” Wew. Kirain suami bakal memuji. Haha. Ngarep banget ya.

“Oh jadi fals ya Mas? Iya deh yang suaranya keren..” Ledek saya.

“Kata siapa keren? Mas kan ga bisa nyanyi” Nah lho! Kok bisa?

“Apaan? Ga bisa nyanyi? Selama ini kan kamu yang jadi lead vocal”

“Ya mas kan pede aja. Padahal kan mas ga bisa nyanyi.”

Gubrak!

Jadi selama ini???

:D

Dimanakah saya?

Masih teringat sebuah pertanyaan yang terlontar kepada saya dan saudari-saudari saya di lingkaran cinta dari Murobbiyah tercinta,

kira-kira dimanakah anti sekarang tatkala anti tidak bertemu dan mengenal tarbiyah? apakah akan berada disini dan mengenal saudari-saudari anti?

pertanyaan itu seketika membuat pikiranku menerawang jauh. ya jauh sekali.sampai sekarang pertanyaan itu selalu terngiang.

mengenalMu

Menikah bukan hanya menjalin cinta dalam bingkai halal, tapi juga membentuk diri masing-masing menjadi insan rabbani bersama.
Menempa diri sebagai orang tua yang mampu mengenalkan anak-anak kepada Rabb-Nya dan menjadi garda depan untuk membela dien ini. Walau terus tertatih. Tertatih dengan diri kita yang terus belajar jadi orangtua shalih. Ya, kita sedang belajar bukan, suamiku?

bukankah beberapa dari kita belajar bahwa ada beberapa orang tua di sekitar kita bahkan orangtua kita sendiri yang belum mampu mengenalkan kita pada Allah karena hidayah yang belum hinggap dulu. Lalu kita dengan pertolongan Allah, menemukan-Nya di perjalanan pencarian. Sambil terus melakukan perjalanan, kita merangkul orang tua kita. Ataupun sebaliknya. Orangtua kita yang memulai mengenal Allah, belajar merangkul anak-anaknya.

Malam hari di masjid sekitar Jakarta, seperti biasa, pengajian pada hari itu berlangsung seperti malam-malam sebelumnya. Ustadzah yang biasa mengisi pengajian, kala itu memberikan materi tentang tafsir Al Buruj. Di akhir pengajian, seorang ibu mengatakan sesuatu kepadaku,

“Cin, bagaimana anak-anak ibu ya? ibu menyesal sekali dulu ga ngajarin agama sejak kecil kepada mereka. Sekarang anak-anak ibu susah sekali diajak sholat. Udah didoain siang malam ga putus-putus.” dengan berkaca-kaca ibu tadi bercerita kepadaku.

Aku terhenyak. Diam.

” Yang sabar ya bu” kata itu akhirnya terlontar begitu saja. Bingung mau ngomong apa.

Ibu itu terus menyeka air matanya yang jatuh. Sedih.

“Anak ibu yang terakhir masih mending Cin, masih mau sholat walau bolong-bolong dan ekspres. Sholat jum’atnya juga masih rajin.” Ibu itu masih terus menangis sambil menunduk.

” Doakan terus bu, insya Allah, Allah kabulkan do’a ibu suatu waktu.”

“Iya Cin. Terima kasih ya.”

Tak lama perbincangan kami. Karena memang sudah larut malam.

Lihatlah, bagaimana seorang Ibu menangis dalam setiap do’anya agar anak-anaknya kembali mengenal tuhan-Nya. Menyesal, belum mampu mengajak anak-anaknya berjalan bersama menuju surga.

Aku adalah salah seorang anak yang belajar mengenal Allah dari pendidikan Tarbiyah. Orang tua ku mengenalkan Allah kepadaku hanya sekilas lalu, seiring dengan keretakan keluargaku. Alhamdulillah akhirnya, Allah mengenalkanku pada saudara-saudara di Tarbiyah. Dengan perlahan tapi pasti, membawa sedikit cahaya ke Mama dan Papa. Perlahan tapi pasti.

Lalu bagaimana dengan anak-anak ibu tadi? Mungkin Allah memang belum memberikan saatnya. Mungkin Allah masih memberikan ujian dan kado kepada ibu tersebut. Mari didoakan ya para sahabat.

Dari cerita diatas, kalau kita sempat baca buku-buku tentang rumah tangga atau pernikahan, selalu pasti ada bab tentang memilih calon pasangan hidup. Memilih ibu bagi anak-anak nanti, memilih ayah bagi anak-anak nanti. Karena ujungnya adalah bagaimana pernikahan mampu menjadikan benteng pertama umat dari apa yang sudah Allah larang.

Mari doakan para orang-tua yang sedang berjuang mendidik anak-anaknya agar bisa bersama di surga nanti dan juga para anak yang sedang berjuang mengajak orangtuanya agar bisa bercengkrama di sungai susu di Jannah-Nya kelak.

Untuk anak dan suamiku tercinta, aku mencintai kalian karena Allah. 

Mampukan aku dan suamiku ya Allah, agar bisa mendidik Aisyah menjadi generasi-Mu.

Kalau pertanyaannya dibalik gimana?

“Mas, makanannya sudah siap nih. Makan dulu”

“Iya sebentar.” Sang suami masih tampak mengetik, menyelesaikan beberapa kalimat. Lalu menyimpannya terlebih dahulu sebelum beranjak menuju ruang makan.

“Ais, ga bangun kan mas?

“Engga. Masih pules tuh.”

Sambil makan, televisipun dinyalakan. Berita tentang 40 hari kematian seorang artis kawakan pun melintas. Tanpa sengaja, pertanyaan meluncur dari sang istri.

“Kalau aku duluan, mas nikah lagi tak?” Sambil tetap mengunyah ayam serundeng kesukaanya.

Suami berhenti sejenak dari makannya, dan tersenyum simpul sambil berkata,

“Kalau pertanyaannya dibalik gimana?”

“Ish, mas nih ditanya malah nanya balik?”

“Hahaha.” Dan tawapun terdengar dari mereka berdua.

 

Kalau pertanyaan dibalik gimana?

“Mas, makanannya sudah siap nih. Makan dulu”

“Iya sebentar.” Sang suami masih tampak mengetik, menyelesaikan beberapa kalimat. Lalu menyimpannya terlebih dahulu sebelum beranjak menuju ruang makan.

“Ais, ga bangun kan mas?

“Engga. Masih pules tuh.”

Sambil makan, televisipun dinyalakan. Berita tentang 40 hari kematian seorang artis kawakan pun melintas. Tanpa sengaja, pertanyaan meluncur dari sang istri.

“Kalau aku duluan, mas nikah lagi tak?” Sambil tetap mengunyah ayam serundeng kesukaanya.

Suami berhenti sejenak dari makannya, dan tersenyum simpul sambil berkata,

“Kalau pertanyaannya dibalik gimana?”

“Ish, mas nih ditanya malah nanya balik?”

“Hahaha.” Dan tawapun terdengar dari mereka berdua.

 

2 kabar baik dan 1 kabar buruk

Alhamdulillah.. Kemarin Kakak sudah ketemu lagi sama Dr.Bob.. dan ketuban tempat renang kakak sudah meningkat.. akhirnya perjuangan 2 pekan ini membuahkan hasil melegakan.. Matur kasih ya teman2 atas doa dan saran2nya.. ^^
dan kemarin sih sudah terlihat kalau Kakak berjenis kelamin perempuan.. hehehe.. jari-jarinya lucu.. mata,mulut,hidung nya.. ah,buat jatuh cinta.. love u kaa.. :* tapi kakak posisinya masih sungsang… hehe..
(btw, kayaknya cuma satu hal yg ga bsa dilakukan bumil sama anak yg masih dikandungnya ya.. Mencium.. hihi.. kalau Ayahnya kan bs nyium Kakak.. nah ibunyaa.. ga sampeeeeee.. hihihi.. ) nanti klo dah lahir, Kakak bakal abis ibu ciumin yaaaa.. :*

Kabar satunya lagi, Alhamdulillah suami dan grup mime couzticnya lolos audisi tahap 2 IMB.. Dapat 4 bintang dari juri.. Jurinya waktu itu ada Titi sjuman,viki sianipar,syahrini,dan bertha.. walau pas taping,dapet jadwal jam1 malam.. alhamdulillah msh fokus.. walau besoknya terkapar.. hehe.. matur kasih jua ya atas doa dan semangatnya.. nanti nongol di tvnya pas edisi audisi jakarta katanya..

dan kabar buruknya.. kucing kami,Mueeza sakit.. :(
kemarin sempet cacingan, dan sudah dksh obat.. sembuh.. dan sekarang murung lagi.. jadi diem.. tiduran mulu… :(
doakan ya teman2..