Cinta Abadi Habibie-Ainun , Rindu Yang Tak Pernah Mati untuk Ainun

Ah begitu kagumnya, diriku pada mereka berdua.. Adakah lagi yang seperti mereka di jaman sekarang….*****

Tangan kanan pria berbatik coklat itu memegang kepala batu nisan. Mulutnya terus merapal doa-doa tahlil bersama beberapa pria berpeci hitam yang menemaninya di sisi pusara. Sesekali tanganya mengusap tetesan air mata yang mentes di pipinya.

Pria yang punya nama lengkap Prof DR Ing Bacharuddin Jusuf Habibie itu tampak khusyuk berdoa di makam istrinya, Hasri Ainun Habibie, yang wafat pada 22 Mei 2010 di Rumah Sakit Ludwig-Maximilians-Universitaet Klinikum, Grosshadern, Munich, Jerman.

Mantan Presiden RI ke-3 ini, memang begitu kehilangan atas kepergian istri tercinta yang sudah 48 tahun menemaninya dalam suka dan duka. Kebersamaan yang selama puluhan tahun dijalani bersama sang istri, seakan begitu sulit dilupakan Habibie.

Betapa tidak, meski Hasri Ainun telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, sejak Selasa, 25 Mei 2010 lalu, setiap hari Habibie selalu menyempatkan diri berziarah ke makam Ainun. “Saya selalu merindukannya,” ucap Habibie singkat kepada detikcom usai berziarah, Jumat (4/6/2010).

Keponakan Habibie, yang juga promotor musik Adrie Subono, mengatakan paman dan bibinya itu adalah pasangan suami istri yang harmonis. Berbicara saat mendampingi Habibie, bos Java Musikindo itu mengatakan selama 48 tahun Habibie dan Ainun menjalani mahligai rumah tangga, begitu banyak kenangan manis yang direngkuh mereka berdua.

Adrie juga mengaku hampir setiap hari mendengar curhat Habibie, setelah meninggalnya Ainun. Dalam curhatnya, kata Adrie, Habibie bercerita soal masa-masa perkenalan, pacaran, serta saat menikah dengan Ainun.

Dari kisah-kisah yang disampaikan itu, Adrie pun jadi maklum kenapa Habibie begitu sangat kehilangan dan bersedih, ketika harus ditinggal sang istri untuk selama-lamanya. Rasa rindu Habibie terhadap Ainun seakan tidak pernah hilang sekalipun kini mereka berpisah alam. Adrie pun sangat sayang kepada paman dan bibinya itu, sehingga dia kerap mendampingi Habibie berziarah.

“Selama 48 tahun menikah dengan Bu Ainun, bapak hanya merasakan kenangan manis dan indah. Jadi saya rasa sangat manusiawi ketika bapak begitu kehilangan ketika ditinggal Bu Ainun dan selalu menangis,” kata Adrie, yang hari itu ikut mendampingi Habibie berziarah ke makam Ainun.

Hari itu, Habibie selain ditemani Adrie Subono, tampak beberapa orang ikut pula berziarah. Mereka adalah keluarga Kustedjo, kerabat Ainun Habibie, yang tinggal di Bandung.

diambil dari http://www.detiknews.com/read/2010/06/07/101954/1372648/159/rindu-yang-tak-pernah-mati-untuk-ainun?991101605

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s