Baca Gratisan…

Seperti hari-hari sebelumnya, saya berangkat menuju kantor dengan busway, yang sebelumnya harus naik kopaja dulu untuk sampai di halte dukuh atas 2.

Tepat di depan wisma nusantara di kawasan bundaran hi, kopaja yang saya naiki ‘ngetem’ agak lama. Saya lihat, ada pedagang koran yang menjejerkan dagangannya di bawan tangga penyebrangan. Saya melongok sedikit, biar keliatan headline di beberapa koran, keliatan sih tapi ga kebaca.. huehehe.. maklum mata saya sudah rusak..

Mata saya tak lama menangkap sosok laki-laki memakai kacamata dan masker yang melihat-lihat koran tadi sambil jongkok. Mungkin mau beli, pikir saya. Agak lama dia melihat-lihat dan sempat membolak-balikan beberap koran. Setelah itu dia bangun dari jongkoknya. Ehm, mau ambil duit kali ya dikantong, jadi berdiri. Eh, tapi ternyata, ia melesat begitu saja. Wew! Dan, mau tau bagaimana mimik sang pedagang koran??
Dia cuma mesem-mesem sambil geleng-geleng kepala..

Oalahh, pak… Belum rejekimu ternyata. Huh, kalo saya yang jadi pedagangnya, udah saya tarik lekaki tadi dan bilang. “Baca juga bayar, mas..!!!!” Wew.. ^galak juga saya.. Emang…! Galak atau Jiwa kapitalis, ndy? “Jiwa Kapitalis deh..! huhuy..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s