di ramadhan beberapa tahun yang lalu

Siang Hari di Hari ke- ….. Ramadhan… Antara tahun 2001-2003.. Lupa

Ruangan kecil disudut lantai satu sebuah SMP itu tampak berantakan. Banyak baju-baju bekas yang tercecer dari karung goni. Bangku-bangku yang letaknya tidak simetris pun menjadi pemandangan yang tak mengenakkan. Seperti diporak-porandakan angin beliung.

Yah, walau begitu, aku melangkahkan kaki masuk ke ruangan itu. Ehm, sepi. Tak ada siapapun. Padahal acara Baksos 1 hari lagi. Pada kemana ya. Mau apa juga bingung.. Ehm, kubereskan sajalah baju baju ini.

Tiba-tiba kakak instrukturku nongol di pintu, tanpa menyapa, dia bilang, “Cin, nanti kamu yang belanja ya ke pasar gang kancil.” What! Belanja.. Oh no! Ga ada yang laen apa. Mending disuruh tiap hari jadi komandan upacara dah. Walau memang setiap senin, selalu ditembak dadakan untuk jadi komandan upacara. Ckck..

Cin : “Beli apa ka?” Nanya sekenanya aja..

Si kk : “Beli sarden aja ma gula.. Masih kurang ternyata paket murahnya”

Cin : “Iya deh. Tapi minta temenin ma mega ya?” Mega itu sahabatku . Satu ekskul juga.

Si kk :” Iya, nanti ka bilangin mega.”

Ah, ada ada aja. Puasa puasa gini disuruh belanja. Mana ke pasar pula.

Hari sudah semakin terik ketika ditangan sudah ada beberapa lembar uang untuk belanja. Singkatnya, aku dan mega berangkat ke pasar gang kancil. Ya kira-kira ga sampai 1 km lah dari SMP. Kita putuskan, untuk naik angkot saja.

Kami berdua menunggu angkot di jembatan depan sekolah. Lama sekali sampai terik matahari mampu panaskan rambutku yang saat itu tak berbalut apa-apa. Siapa menduga disaat –saat menunggu angkot, ada kejadian yang sampai saat ini masih kuingat jelas setiap jengkalnya.

Rasa kesal yang tertahan karena menunggu angkot, buat dua tanganku membuat gaya, tolak pinggang. Tau kan ya? Gaya paling songong sedunia.

Tak berapa lama.
“BUKKK!” Aku terjatuh..

Hey, aku ditonjok. Tepat di bagian ulu hati!
Nyeri, sesak dan pandanganku kabur.
Cuma bisa bengong saat itu melihat orang yang menonjokku dari arah berlawanan pergi begitu saja.

Mega pun memarahi si penonjok itu sambil nunjuj-nunjuk ga jelas.
Dan beberapa saat mega diam setelah melihat si penonjok itu
Eh, kenapa mega diam.

Dan mataku mencoba mencari tahu. Dan kudapati jawabannya, di tubuh penonjok itu.

Haha, si penonjok itu ternyata hanya memakai celana dalam. Dan tebak siapakah dia?!

Haha.. Dia orang gila *dalam arti gila yang sebenarnya lho.. haha, yang sering keluyuran di daerah sekolah ku..
Ckckck..

Dari kejadian ini, aku punya dua pelajaran dan 1 pengetahuan.

Pelajaran Pertama, bisa merasakan rasanya tonjokan di ulu hati tanpa harus bertanding dulu. ^^ Karena mungkin aja teman-temanku di tapak suci dan taekwondo ga pernah rasain gimana rasanya ditonjok.. hahaha.. Enak lho rasanya…😀

Pelajaran Kedua, jangan pernah tolak pinggang di depan umum, sapa tau dapet hadiah kayak aku.. hihi atau mau coba? hoho

Dan pengetahuan tentang seberapa kuat orang gila bisa menonjok.. hehe

Eh, tapi setelah kejadian ini, sorenya aku tetap belanja lho. Walau sempat digotong dalam keadaan setengah sadar ke ruang UKS. Hehehe.. Dan tetap puasa…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s