lanjutan 2 notes kemarin. [Memory Of Syakila]

Laki-laki bertanya, “Kenapa diam? Tak maukah?”

Hening. Detak Jantung pun hampir terdengar di sela tarikan nafas. Kemelut dlm diam mcari resah yg tak beralasan. Perempuan kelu. Tak bisa ia mengatakan satu kata pun. Dingin menyeruak dlm desir halus sapaan laki-laki. Menyapu perempuan dalam tatap bias. “Jawablah,perempuanku?”

Dan,tak berapa lama,perempuan mengiyakan itu,ketika semburat merah di pipinya menjadi sebuah jawaban. Ya,perempuan mau. Berkaca matanya. Tersenyum walau masih tersisa resah yang antah berantah..

Brebes, 15 Sep 10… Otw madiun..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s