9 Tahun Terpuruk

Seorang supir taksi -entah namanya siapa- jika boleh kuberikan nama, ingin kuberikan nama Pak Bangkit. Ya, Bangkit cocok disematkan di dirinya. Laki-laki kelahiran 1973 ini pernah frustasi patah hati karena batal menikah di umur 26 tahun. Tak menyangka akibat dari gagalnya pernikahan, ia berdiam diri hampir 9 tahun di dalam rumah. Tak melakukan hal apa-apa. Hidup dari rasa kasihan kakak-kakaknya. 9 tahun terpuruk hanya karena cinta.

Cinta juga pernah membuat ku terpuruk. Belum lama ini. Tapi, maaf. Terpuruk adalah hal bodoh bagiku. Sesuai dengan kalimat penyemangatku,

“Ingat Cindy, Ini hanya dunia. Hanya Sementara”

Dunia hanya sementara. Setiap yang bernyawa akan mati.
“Kullu nafsin dza iqotul mauut”

Tak ada yang abadi.

Urusan sebagai manusia, ku memaafkan. Urusan dengan Sang Pencipta, biarlah Allah saja yang atur.

Setelah 9 tahun terjerembab dengan rasa menggila itu, ia memutuskan untuk bangkit.

1 tahun 9 bulan, akhirnya ia mampu mengalahkan dirinya sendirinya.

ia bilang, “Ya obatnya ini. Jadi supir taksi”

“Umurku hampir 40 tahun. Dan belum juga menikah. Masih trauma. Tapi kalau Allah kasih jodoh, tak mengelak lah. Kan kalau di Islam, nikahnya wajib.”

Ku bersyukur padamu ya Rabb. Kau tak menjeremuskan ku dalam rasa terpuruk itu.
Ketika jiwa melalai melalang buana, Kau tetap di sisi.
Merengkuh segenap sendi.
Hangat
Membawa terbang seluruh rima yang mungkin menghancur leburkan jiwa
Cukup sudah
Aku belajar dari seorang Pak Bangkit

Jagalah Pak Bangkit sebaik-baik penjagaan-Mu, Ya Rabb.
Luruskanlah jalan simetris dengan jalan-Mu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s