17 Desember 2006

Aku yang baru saja terlelap, terbangun oleh isak tangis itu.
Siapa yang menangis?
Sebaiknya aku cari asal suaranya.
Hem, tak ada orang di luar.
Sepi.
Suara TV pun bukan.
Soalnya telah aku matikan tadi sebelum aku tidur.
Dari mana ya?

Hei,,suaranya menghilang.
Aneh!
Ah, sudahlah.
Aku harus tidur lagi, besok ada kuliah pagi!
Kucoba untuk menutup mataku lagi.

Tapi,
Hei suara itu lagi.
Suaranya dekat sekali.
Lama-lama makin dekat.
Semakin lama semakin keras.

Astagfirullah..
Suara itu …
Suara itu…

Hatiku, hatiku menangis….
Apa aku tak salah dengar?
Ya Rabb, ada apa denganku?
Mengapa hatiku menangis?

Ya Rabb pilu sekali.
Ku terpekur sendiri.
Apakah benar hatiku menangis?
Tapi aku benar-benar menangis.
Jangan-jangan karena ……………………………


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s