Saat Vonis -terlalu- Sumbang

Di lift kantorku. Dua perempuan berdialog singkat

A : Bu, udah semingguan ini nih, ini saya sakit. (sambil menunjuk bagian diantara ketiak dan payudara)

B : Ah, biasa itu mah. Pegel. Saya juga sering pegel. Saya minum air kelapa aja. Biar seger.

A : Oh gitu ya. Mungkin emang pegel capek aja ya.

***

Adakah yang keliru dari sebuah dialog diatas?

Ada? Atau Tidak?

Secara eksplisit tidak ada sama sekali hal yang keliru. Namun, jika mencerna dialog diatas, ada yang keliru. Mungkin lebih tepatnya tidak tahu akan kekeliruan yang dialami oleh aktor diatas.

Ketidaktahuan itu, adalah menyepelekan sesuatu.

Menyepelekan sesuatu yang padahal sangat penting untuk dilakukan tindakan preventif. Di saat itu, aku terasa mendesak untuk ikut ‘nimbrung’ obrolan mereka. Bukan untuk sok tahu, tapi sekedar memberi info. Tapi akhirnya, ku urungkan niat itu.

Sakit yang dirasakan oleh A di sekitar payudar dan ketiak mungkin menjadi hal yang lumrah-lumrah saja. Apalagi ditambah jika kesehariannya sering menenteng tas yang berat. Tapi, bukan hal yang tak mungkin, jika sakit itu adalah suatu gejala dari suatu penyakit yang menjadi momok bagi para perempuan.

-bersambung-

terus menata hati untuk berbagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s