kesempatan yang terlewat

Tanggal 9 April mungkin salah satu hari yang membuat sedih. Pagi hari di tanggal itu, teringat tentang jadwal ujian untuk masuk kajian wanita UI. Membuka website pasca sarjana. dan Glek! menemukan kenyataan yang sedikit pahit. Pendaftaran pasca sarjana ditutup tanggal 9, hari itu juga.
Kesal. Ngedumel sama diri sendiri. Kenapa ga dicek dari jauh-jauh hari. Beberapa hari sebelumnya, memang ingat, untuk meminjam buku TPA kepada salah seorang Mba Vira, beliau kuliah kajian pertahanan nasional. Sedih. Karena jujur, masih pengen belajar lagi. Kayaknya otak ini kok mampet gitu. Baca literatur kadang udah puyeng. Ya, mampetlah pokoknya.
Tapi rekan kantorku bilang, “Mungkin ada yang Allah siapkan tahun ini untuk cindy. Makanya ga dikasih dulu kuliah lagi.”

dan siang tadi, ustadz feri bilang, “Cin, suami ngijinin ga kalau kamu berangkat ke Istambul?”

Glek again!

cuma bisa mesem-mesem ga jelas. bingung jawabnya. cuma bisa asal jawab, “Kalau ada yang nemenin (alias ada temannya, ga sendiri gitu dari Indonesia) mau, tadz.”

memang, di Juli tahun kemarin, seharusnya berangkat ke istambul. namun, karena tanggalnya bertepatan dengan acara khitbah. terpaksa menolak. daripada engga nikah. ya kan? hehe. waktu itu berpikir, insya Allah ada kesempatan berikutnya. mungkinkah kesempatan itu ada lagi? jreng jreng.. let we see, insya Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s