Rejeki yang Singgah

Sabtu pagi adalah jadwal tidur yang ga boleh diganggu gugat. Setelah senin sampai jumat selalu berangkat pagi-pagi ke kantor di daerah simatupang. Nah, ceritanya, sabtu pagi sekitar pukul setengah 8, badan ini masih tidur di kasur walau udah setengah sadar. Masih enak-enaknya berleyeh-leyeh, suara Mama yang teriak sontak bikin kaget..

“Masya Allah, Astagfirullah, ada yang buang anak kucing disini.. 3 lagi”

Langsung bangunin suami yang juga masih tidur, karena malamnya pulang jam setengah3pagi. Loncat dari tempat tidur, dan pakai jilbab. Keluar kamar..

“Ada apa, Ma?’

“Itu ada yang buang kucing diteras. Ditaruh di bawah disamping pot jambu..”

Segera kuperhatikan teras rumah. Kok ga ada anak kucingnya..

“Tuh mama taruh di depan rumah”

Ih lucuuuuu… 1 anak kucing bewarna putih bertotol hitam, dan dua anak kucing lainnya warnanya campur, ada kuning, putih, item.

“Ma. taruh sini aja ya..” bujuk Mama supaya rawat anak kucing lucu2 itu..

Tapi Mama ga mau, karena hari ini Mama pulkam ke Semarang, dan ga ada yang urus. Malah nanti mati.

Iya sih, dirumah yang paling rajin ngasih makan kucing ya Mama. dan yang paling sering main sama kucing ya Mama dan suami.. Kalau aku? Mana boleh, pegang dikit aja udah diteriakan mama, suami atau embah.. Katanya lagi hamil.. Nanti bengek lah.. Huhuhu..

Alhasil, anak-anak kucing lucu itu ditaruh di kardus dan dibawa ke taman dekat jalan masuk rumah..

Manyun dah! Rengek ke suami..! Suami cuma bisa, “Ya udah, nanti aja ya diambil lagi kalau Mama dah pulang”

“Ih,emang kalau Mama udah pulang, anak kucingnya masih ada? Kalau mati gimana? Ketabrak mobil gimana?” Memang didaerah rumah banyak kucing kecil yang mati karena kelindes mobil. Hiks..

Pokonya aku bawel soal kucing-kucing itu sampai jam 10an.. Akhirnya Mama yang juga kasihan ngecek lagi kucing-kucing itu ditaman.. Eh udah ngga adaaaaaa…

Mungkin, sudah diambil orang kata Mama.. Ah ya sudahlah, yang penting anak kucing itu ada yang rawat.. Mingkem lagi.. Ga bawel..

Sampai hari minggunya, adik sepupu, Gaza, cerita ke Mama..
ternyata anak-anak kucing itu ada di kantor PLK yang letaknya tepat dibelakang taman.
kata Gaza, anak-anak kucing itu, ada induknya..
Alhamdulillah..
Kan kalau anak kucing sekecil itu harusnya masih nyusu ya sama induknya?

Nah, yang jadi pertanyaan menggelitik adalah, siapa yang yang naruh anak-anak kucing itu di teras rumah.. Malah anak-anak kucing itu ditaruh di dalam plastik hitam besar..😦
Kalau kata tetangga ke Mama, “Mentang-mentang suka sama kucing ya bu, eh ada yang naruh dirumah ibu.. “
Hem, bener juga ya.. Kenapa yang naruh ga bilang dulu aja ya.. Kan pasti udah kenal sama Mama. Atau mungkin……
ah entahlah..
husnudzon aja..
rejeki yang singgah di sabtu pagi..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s