Sore itu dibawah matahari yang asyik memberi cahaya penghabisan di ujung senja. Aku sibuk dengan administrasi peserta pelatihan. Makalah-makalah, pulpen, form absensi dan pernak pernik lainnya masih ada yang berserakan di meja panitia.. Kubereskan. Panitia yang lain sedang sibuk dengan job desknya masing-masing.

Ping!

Kuambil BB dari saku. Suamiku ternyata. Suamiku sedang berada di ujung nusantara demi tugas yang diembannya..

” Ya Mas.. Ada apa?”

” Aku minta maaf”

” Eh,kenapa?”

” Maaf”

” Maaf apa Mas?”

Bingung. Kenapa dengan suamiku. Ku tunggu jawabannya. Lama sekali. Aku lantas keluar dari ruangan seminar,dan memilih untuk duduk di lobi sambil menatap BB ku yang tak kunjung berbunyi. Ada apa ya? Tidak biasanya Mas begini. Jangan-jangan.. Ah, tak mungkin.. Tapi..
Apa ku tanya saja ya. Tapi nanti dia marah karena dituduh yang tidak-tidak.. Tapi kok lama sekali ya dia membalas. Duh..

10 menit berlalu.. Ah sudahlah ku tanya saja..

“Mas kamu kenapa?
“Mas kamu mau menikah?”

Sedetik,dua detik, detik ketiga

” Ya de.. Maaf.. Mas akad nikah nanti malam. Maaf. Maaf.”

“Perempuan itu?”

“Iya…”

Shock. Kutatap layar mungil itu dan gelap..

Desember kelabu.
Untuk perempuan berhati surga.
Semoga Allah menguatkan iman dan taqwa mu kepada Allah,mba..
Love you.. :*

Berbagi Takdir

5 thoughts on “Berbagi Takdir

  1. tinsyam says:

    udah baca di empi..

  2. April says:

    kisah nyata ya? huhuhu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s